Minggu, 19 November 2017

Tugas ke 3.3 Komunikasi Bisnis tentang Presentasi Bisnis




Presentasi Bisnis
Secara definitif presentasi bisnis adalah penyampaian data, fakta dan informasi mengenai suatu produk oleh presentator kepada pihak terkait yang hadir dalam suatu forum bisnis. Teknik presentasi bisnis yang sukses ini harus dikuasai oleh BE, agar BE mampu tampil ideal pada saat harus melaksanakan presentasi bisnis. Ada beberapa acuan yang harus dipedomani pada waktu seseorang atau BE harus melakukan presentasi, yaitu kemampuan mengemukakan materi presentasi, mengemukakan data, fakta dan informasi serta pengetahuan mengenai hal-hal yang terkait dengan presentasi. Berdasarkan hasil kajian terhadap berbagai sumber, dalam penyajian materi presentasi seorang presentator harus bisa mengemukakan:
a.       Gagasan-gagasan yang konstruktif (membangun), 
b.      Konsep-konsep yang kreatif,
c.       Produk-produk yang inovatif,
d.      Hasil pencapaian baru,
e.       Manfaat yang lebih pragmatis, dan
f.       Cara-cara yang lebih efektif dan efisien.
Kemudian, dalam mengungkapkan data, fakta dan informasi hendaknya:
a.       Sistematis (teratur).
b.      Logis-rasional (masuk akal, argumentatif dan kausalistik).
c.       Spontan, berani dan bertanggung jawab.

1. Persiapan dasar presentasi bisnis
a.    Penguasaan terhadap materi atau topik yang akan dipresentasikan
Merupakan syarat penting yang perlu dimiliki. Karna ketika kita tidak menguasai materi maka akan menghambat berjalannya proses presentasi.
b.   Penguasaan berbagai alat bantu presentasi dengan baik
Disamping penguasaan materi, kita juga perlu mempergunakan alat bantu presentasi yang ada agar proses presentasi berjalan dengan optimal.
c.   Menganalisis siapa audiens
Seorang pembicara juga perlu mengenal siapa audiens yang dia hadapi. Pembicara dapat melakukan pendekatan bertanya dengan menggunakan 5W+1H.
d.   Menganalisis berbagai lingkungan lokasi atau tempat untuk presentasi
Pembicara juga perlu mengenal lebih dekat dengan lingkungan lokasi atau tempat dimana seseorang akan melakukan presentasi bisnis.

2. Menganalisa audience
Secara umum analisis audience yang pertama dilakukan menyangkut latar belakang, meliputi pendidikan, usia, pekerjaan, pengalaman, hobi, dan lain-lain. Dari latar belakang dapat diketahui apa kebutuhan dan keinginan audience. Pemahaman kebutuhan dan keinginan audience selanjutnya akan digunakan untuk menentukan gaya/ pendekatan dan isi presentasi yang tepat. Setelah latar belakang kemudian dianalisis ukuran/ jumlah, komposisi, dan reaksi.
a. Jumlah
Ketahui berapa jumlah audience dalam presentasi apakah hanya terdiri dari beberapa orang saja, puluhan orang atau bahkan lebih dari seratus.
Presentasi dengan jumlah audience yang berbeda menuntut penggunaan pendekatan yang berbeda pula. Pada presentasi dengan audience beberapa orang saja memungkinkan untuk melakukan diskusi, tanya jawab, dan bersama-sama menyusun kesimpulan.
Namun, presentasi dengan audience yang semakin banyak, pendekatan seperti di atas sulit dilakukan. Yang paling mungkin dilakukan adalah pendekatan satu arah, yaitu pembicara, berbicara atau bercerita kepada audience. 
b.  Komposisi
Presentasi dengan jumlah audience yang relatif banyak, menuntut pembicara memahami komposisi audience. Misalnya apa saja tingkat pendidikan audience termasuk jumlah masing-masing tingkat. Usia audience berkisar dari berapa sampai berapa, dan bagaimana penyebarannya. Komposisi audience yang relatif sama disebut dengan audience homogen. Misalnya presentasi di hadapan siswa SMA akan menghadapi audience yang relatif homogen. Homogenitas siswa SMA dapat dilihat dari usia yang relatif sama.
Komposisi audience yang besar tingkat perbedaannya disebut heterogen. Misalnya, seorang sales kompor gas presentasi di hadapan ibu-ibu peserta arisan kampung. Meskipun jenis kelaminnya sama, namun pendidikannya berbeda, usianya sangat beragam, pekerjaannya sangat beragam, dan penghasilan keluarganya pun sangat beragam.
c. Reaksi
Secara umum reaksi audience dapat digolongkan menjadi 3, yakni menolak, menerima, dan tidak bereaksi. Sebelum presentasi dimulai, pembicara harus mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan dari reaksi audience. Meskipun reaksi audience dapat diperkirakan atau diprediksi sebelumnya, namun kadang-kadang mereka atau sebagian dari mereka bereaksi tidak seperti yang diperkirakan.
  
3. Mempersiapkan diri dan materi
Di dalam presentasi bisnis, audience pada umumnya sudah siap untuk mendengarkan apa yang akan dipresentasikan. Seperti halnya laporan tertulis, sebagian besar presentasi bisnis dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan informasi dari audiencenya. Meskipun presentasi bisnis bisa mengandung unsur humor, tetapi presentasi bisnis tidak semata-mata dimaksudkan untuk memberi hiburan. Secara umum, format presentasi terdiri dari 3 bagian yaitu bagian pembukaan, bagian isi, dan bagian penutup.
1.   Bagian Pembukaan
Bagian pembukaan berisi/bertujuan mendapatkan perhatian audience, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan audience. Oleh karena itu, bagian pembukaan harus dibuat menarik agar audience tertarik dan siap menerima presentasi.
a. Menarik perhatian audience
Sebelum pembicara menyampaikan materi presentasi, ia harus dapat menarik perhatian audience terlebih dahulu. Mendapatkan perhatian audience merupakan faktor penting dalam kesuksesan presentasi. Oleh karena sebaik apapun persiapan presentasi yang telah dilakukan, tanpa perhatian dari audience, presentasi tidak ada maknanya. Faktor penarik perhatian audience (umpan) dapat berupa intensitas, gerakan, keakraban, kebaruan, humor dan ketegangan.
b. Intensitas
Sesuatu yang lain dari hal yang ada di sekitarnya akan menarik perhatian, contohnya cahaya, suara, bau, dan objek. Cara menarik perhatian dengan intensitas dapat dilakukan dengan menampilkan objek, baik melalui OHP maupun viewer, atau menunjukkan objek yang tidak dibawa atau tidak dimiliki audiens.
c. Gerakan
Objek yang bergerak biasanya lebih menarik daripada objek yang diam. Seorang pembicara yang tadinya duduk kemudian membuat gerakan berdiri akan lebih menarik perhatian audience.
d. Keakraban
Salah satu cara untuk menarik perhatian adalah dengan mengacu pada keakraban. Jika pembicara dapat mengenali audience, baik dalam hal nama, jabatan, atau prestasi, maka pembicara tersebut lebih menarik perhatian audience daripada tidak mengenal sama sekali. Hal yang seringkali ditemui dalam presentasi adalah menyebut beberapa nama atau jabatan, atau prestasi audience sebelum membahas materi.
e.   Kebaruan
Sesuatu yang baru akan lebih menarik perhatian audience daripada sesuatu yang sudah dikenalnya. Pendapat itu bertentangan dengan Bovee & Thill yang menyatakan bahwa audience akan lebih tertarik untuk membahas materi yang sudah dipahaminya. Mereka juga mengatakan bahwa materi yang kurang relevansinya dengan diri audience akan menjadi kurang menarik.
f.  Humor
Humor akan menarik perhatian audience karena humor akan menurunkan ketegangan, baik dari audience maupun dari pembicaranya. Namun demikian, humor dalam presentasi bisnis harus relevan dan dengan cita rasa yang baik. Selain itu, karena humor ini hanya untuk menarik perhatian audience, maka jumlahnya relatif kecil.
g. Ketegangan
Situasi yang diciptakan dengan kesan tegang juga dapat menarik perhatian audience. Namun demikian, situasi tegang itu sebaiknya segera diakhiri agar audience segera menangkap materi dan memberikan umpan balik, baik dengan pertanyaan maupun dengan komentar-komentar. Tidak semua faktor tersebut harus digunakan oleh pembicara secara bersamaan, pembicara dapat menggunakan satu atau kombinasi diantaranya. Pemilihan faktor penarik minat itu disesuaikan dengan situasi, audience, dan faktor pembicara sendiri.
h.  Membangun kredibilitas
Pembicara yang memiliki kredibilitas tinggi lebih diterima audience daripada berkredibilitas rendah. Penampilan yang rapi akan meningkatkan kredibiltas pembicara. Pada umumnya, orang yang memiliki kompetensi paling baik dalam materi yang dipresentasikan akan mendapatkan kredibiltas yang lebih tinggi.
i.   Peninjauan audience
Pada bagian awal presentasi perlu dilakukan peninjauan oleh audience, yaitu membiarkan audience memahami apa yang akan dipresentasikan dengan membacakan judul presentasi atau membacakan tujuan presentasi. Pemahaman judul atau tujuan presentasi akan membantu audience memahami isi presentasi secara keseluruhan.
2.  Bagian Isi (Body)
Bagian isi atau sering disebut batang tubuh merupakan bagian terpenting dari presentasi, sedangkan bagian pembukaan dan penutup merupakan sarana yang mendukung bagian isi. Pada bagian isi semua latar belakang, pokok pikiran, alasan-alasan, dan kesimpulan dikemukakan. Oleh karena itu, bagian isi harus memiliki struktur yang jelas, dengan urutan pembahasan yang mudah dipahami dan berusaha mempertahankan perhatian audience.
a.  Penekanan struktur/format
Di dalam komunikasi tertulis, struktur penulisan bagian isi lebih mudah diidentifikasi dengan melihat judul paragraf, jarak antar paragraf, dan daftar yang ada. Di dalam sebuah presentasi, format/struktur itu relatif sulit diidentifikasi. Untuk melihat struktur/format presentasi, audience dapat menggunakan transisi. Transisi adalah kata-kata atau kalimat-kalimat yang menghubungkan kalimat-kalimat atau bagian-bagian dalam presentasi. Sementara untuk menghubungkan paragraf satu dengan yang lain atau menghubungkan pokok pikiran satu dengan pokok pikiran yang lain dapat digunakan transisi, seperti sekarang akan dibahas masalah A, pembahasan kita sekarang adalah B, selanjutnya akan dibahas pokok pikiran Z, atau berikut adalah kesimpulan yang dapat diambil.
b.  Urut-urutan bagian isi
Bagian isi harus memiliki urutan yang jelas dan logis untuk mempermudah audience dalam memahami presentasi. Urut-urutan bagian isi akan berhubungan dengan pola organisasi pokok pikiran. Pola organisasi pokok pikiran dapat dibedakan menjadi kronologikal, spasial, topical, kausal, pemecahan masalah, klimaks, dan anti klimaks. Apabila pembicara memilih pola organisasi pokok pikiran yang lain, maka urutan pembahasannya mengikuti pola tersebut. Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pembicara memilih satu pola organisasi yang sesuai dengan tujuan, audience dan situasinya. Dengan demikian, baik pembicara maupun audience bisa mencapai tujuan.
c. Mempertahankan minat audience
Apabila di bagian awal pembicara perlu menarik perhatian audience, maka pada bagian isi atau batang tubuh, pembicara harus dapat mempertahankan perhatian audience. Perhatian pada bagian isi sangat penting karena di sinilah ide-ide pokok presentasi disampaikan. Menarik perhatian pada bagian pembukaan dimaksudkan sebagai pancingan agar audience lebih dahulu tertarik dengan presentasinya. Sementara tahap selanjutnya berada pada isi presentasi. Berikut beberapa petunjuk yang dapat digunakan untuk mempertahankan perhatian audiens: menghubungkan topik presentasi dengan kebutuhan audiens; menggunakan bahasa yang jelas; dan menjelaskan hubungan antara tujuan presentasi dengan ide-ide pokoknya.
d.  Menghubungkan topik presentasi dengan kebutuhan audience
Apabila pembicara dapat menghubungkan topik atau pokok pikiran presentasi dengan kebutuhan audience, maka dapat dipastikan bahwa audiens akan memperhatikan pembicara. Oleh karena audience memiliki suatu kebutuhan tertentu, dan pada saat topik yang berhubungan dengan kebutuhan tersebut dikemukakan, maka mereka memandang mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
e.  Menggunakan bahasa yang jelas
Penggunaan bahasa yang tidak jelas akan membuat audience cepat bosan. Demikian juga dengan penggunaan istilah khusus (jargon) yang hanya dipahami oleh kelompok tertentu. Oleh karena itu, gunakan bahasa yang mudah dipahami atau yang familiar. Usahakan untuk tidak menggunakan istilah khusus (jargon). Apabila harus menggunakannya, berikan juga makna dari jargon tersebut.
f.  Menjelaskan hubungan topik dengan ide-ide yang familiar
Dalam presentasi dengan audience yang sudah sedikit memahami, cukup memahami, dan sangat memahami, pembicara perlu menghubungkan topik dengan ide-ide yang sudah mereka kenal sebelumnya. Hal tersebut bukan hanya mempermudah audience dalam memahami, tetapi juga memungkinkan audience untuk menghubungkannya dengan apa yang sudah melekat di dalam ingatan audience. Dengan demikian, presentasi akan lebih menarik minat audience.
3. Bagian Penutup
Bagian penutup harus terstruktur sehingga audience memahami ide pokok yang disampaikan. Lebih dari itu, pada bagian ini pembicara harus memperhatiakan 3 hal yaitu (1) meringkas dan mengulang pokok pikiran; (2) menggaris bawahi tahap selanjutnya; dan (3) menutup dengan pesan positif.
a.  Meringkas pokok pikiran
Sebelum presentasi ditutup, pembicara harus mengulang pokok pikiran yang telah dijelaskan dibagian isi. Maksud pembuatan ringkasan pokok pikiran kemudian membacanya adalah untuk mengingatkan kembali akan isi presentasi sehingga audience mampu memahami secara jelas isi dan maksud presentasi.
b.  Menggaris bawahi tahap selanjutnya
Secara umum, tujuan presentasi bisnia adalah menginginkan audience untuk melakukan perubahan tertentu, seperti dalam hal sikap, perilaku, tindakan, nilai, dan kepercayaan. Oleh karen itu, pembicara harus menekankan tindakan yang harus dilakukan audience setelah presentasi berakhir. Tindakan yang diinginkan harus cukup jelas. Jika ada, pertanyaan bisa diajukan secara bergiliran baru kemudian dijawab. Ada kemungkinan pertanyaan terlupakan atau kurang dipahami betul intinya sehingga penanya mungkin kurang merasa puas.
4.  Periode Tanya Jawab
Periode tanya jawab adalah suatu sesi yang hampir selalu ada dalam presentasi. Tanya jawab di maksudkan untuk membantu audience lebih memahami pesan yang kita sampaikan. Namun sering kali sesi tanya jawab menyebabkan ketakutan bagi presenter, yaitu ketakutan jika tidak bisa menjawab pertanyaan dan ketakutan tidak bisa memberikan jawaban yang maksimal. Bagi presenter yang tidak melakukan persiapan sangatlah wajar apabila mengalami ketakutan. Jika ada presenter yang menghindar dari sesi tanya jawab maka dia akan kehilangan peluang menjadi presenter yang lebih baik. Ada beberapa manfaat yang akan kita peroleh dalam sesi tanya jawab.
Seperti yang disampaikan oleh Rhonda Abrams dalam bukunya Winning Presentation In A Day tanya jawab memiliki manfaat yang besar untuk presenter.
a.       Memungkinkan kita menunjukkan keahlian dalam topik yang kita bahas.
b.      Menyediakan kesempatan tambahan untuk berinteraksi dan membangun hubungan dengan audience.
c.       Membantu kita mengukur pemahaman audience.
d.      Memberikan umpan balik yang membantu kita memperkuat presentasi di masa yang akan datang. 

Sumber Referensi:

Nama: Carmelie Febryanti
Kelas:4EA17
NPM: 12214283

Tugas ke 3.2 Komunikasi Bisnis tentang Perencanaan Laporan Bisnis




PERENCANAAN LAPORAN BISNIS
Laporan bisnis adalah suatu laporan yang memiliki sifat netral, tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas dan berisi rencana penyajian fakta kepada seseorang atau lebih untuk tujuan bisnis tertentu.
Menurut Herta A. Murphy, Laporan Bisnis adalah suatu laporan yang memiliki sifat netral, tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas, dan berisi rencana penyajian fakta kepada seorang atau lebih untuk tujuan bisnis tertentu.
Menurut Himstreet Laporan Bisnis adalah suatu pesan-pesan objektif yang disusun secara teratur dan digunakan untuk menyampaikan informasi dari suatu bagian organisasional atau dari satu institusi atau lembaga ke lembaga yang lain guna membantu pengambilan keputusan atau pemecahan masalah.
1. Bagian-Bagian Pokok Dalam Laporan Bisnis
1. Pendahuluan
Dalam hal pendahuluan dapat dipertimbangkan beberapa hal seperti:
  1. Pemberi kuasa : individu atau organisasi yang meminta laporan
  2. Layout atau presentasi : informasi kepada pembaca tentang apa saja yang akan di bahas.
  3. Masalah : diformulasikan awal pada pendahuluan sebelum maksud dan tujuan laporan bisnis disampaikan.
  4. Maksud : point terpenting dalam pelaporan bisnis
  5. Ruang lingkup : berhubungan dengan luas cakupan atau batas bahasan
  6. Metodologi : metode pengumpulan informasi
  7. Sumber-sumber: sumber dalam pelaporan bisnis baik lisan maupun tertulis.
  8. Latar belakang : jika pembaca dianggap perlu mengetahui latar belakang maka,wajib disampaikan.
  9. Definisi istilah : menjelaskan beberapa istilah yang perlu dijelaskan
  10. Keterbatasan : dalam dana , waktu dan sumber yang tersedia
  11. Rekomendasi
Untuk laporan singkat beberapa unsur tersebut dapat digabung menjadi satu atau dua paragraf dengan atau tanpa judul pendahuluan tapi biasanya bagian “pendahuluan ini dibuat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dari perusahaan tersebut”.
2. Teks/isi
Bagian terpanjang dari suatu laporan bisnis sehingga maksud dari laporan bisnis dapat dimengerti.
3. Penutup
Bagian penutup berfungsi untuk merangkum laporan secara menyeluruh, mengambil kesimpulan, atau memberi rekomendasi.
2. Pengorganisasian Isi Dalam Laporan Bisnis
Ada 2 cara yang dapat digunakan untuk menyusun isi laporan bisnis yaitu cara deduksi (langsung) dan cara induksi (tak langsung).
1. Cara Deduksi
Menyampaikan ide pokok dan rekomendasi terlebih dahulu,setelah itu baru dijelaskan hal – hal yang rinci. Digunakan pada kriteria pembaca:
  1. Esekutif yang sibuk,ingin berita segera,
  2. Ingin mengetahui berita baik atau informasi netral,
  3. Ingin menganalisa data dengan baik ketika analisa laporan berada diawal.
2. Cara induksi
Menjelaskan fakta – fakta yang ada terlebih dahulu,kemudian memberikan ide pokok, kesimpulan dan rekomendasi. Digunakan pada kriteria pembaca:
  1. Ingin mengetahui penjelasan secara rinci terlebih dahulu,
  2. Ingin mengetahui kesimpulan yang kurang menyenangkan,
  3. Perlu membaca laporan secara keseluruhan bukan awalnya saja.
Sumber Referensi:

Nama: Carmelie Febryanti
Kelas: 4EA17
NPM:12214283